RELATABLE

"Karena kamu takut kehilangan dia, akhirnya kamu kehilangan dirimu sendiri dalam suatu proses dengan mulai menyakiti diri sendiri. Temukan dirimu kembali dan kamu akan menemukan kebahagiaan sejati"

Setiap kali aku mengalami putus cinta, aku mencoba menarik diri, berpikir, kembali ke masa dalam hidupku dimana aku bahkan tidak/belum mengenal dia (think like stranger). Berpikir bahwa ada saat dimana dalam hidupku ketika dia bahkan sama sekali tidak ada dipikiranku (not gettin' involved in my life) dan aku baik-baik saja on that time. Everythin' is under control.

Whats on my mind on that time was "Lupakan dia, dia mungkin membuat kesalahan dengan meninggalkanku sejak awal, leavin' me in the first place

Tapi disisi lain, aku bahkan merasa gak akan bisa bahagia dengan orang lain dalam hidupku sampai aku menerima penuh keadaan, terlebih lagi bahagia dengan diriku sendiri. Beranjak dari sini, ternyata belum selesai. Muncul pertanyaan dibenakku, "Sekarang, apa hal yang bisa membuat kamu bahagia dan lebih bahagia? Apa yang kamu inginkan untuk menyelesaikan semuanya? Ini baru permulaan, hanya start awal. Apa yang kamu inginkan sebenarnya?"

Kemudian muncul keinginan, apakah aku harus upgrade all things in my life to be much better? apakah aku ingin totally quit my past and all bad habits? apakah aku mulai menabung uang lebih banyak? apakah aku ingin fokus kepada pekerjaanku yang aku idamkan? So many things going in my head, pops up my mind and this is my chance. But now I just knew that Im still in healin' process, still trap in this deep broken phase. Im so exhausted/sufferin' like he takes all my power/energy in this few days. Messed me up. How could I hate him? He's such an angel.

Banyak orang disekitar selalu membicarakan terkait kesempurnaan, orang yang sempurna, orang yang ideal dan aku percaya bahwa ada orang yang sempurna di luar sana untuk kalian, menunggu kalian dan bahkan menerima situasi kalian, real in every situations up and down

Kalian pernah membaca atau mendengar pepatah ini, "Kita memiliki satu kesempatan untuk membuat kesan pertama yang baik" and I did.

Nah, bagaimana jika dia melihat aku yang sekarang, apakah aku akan senang dengan the version of myself yang aku liatin ke dia? Kemudian aku berpikir, gak deh, ini berbeda, yang ini istimewa dan yang ini gak seperti semua cerita lain pada umumnya.

Aku pernah bertanya kepada salah satu pasangan yang sudah married dan ternyata mereka masing-masing punya kisah perpisahan yang mendalam juga, yang mereka miliki sebelum akhirnya mereka bertemu satu sama lain dengan orang yang mereka pikir/anggap bisa/telah menghabiskan sisa hidup mereka bareng dengan yang mereka anggap sempurna. Sampai pada akhirnya, mereka bertemu dengan orang yang akan menghabiskan sisa hidup mereka bareng. Did I meet wrong person? 

Poin yang bisa diambil adalah "Its always wrong until its right". Mungkin bakal bisa salah 1x, bisa salah lebih dari 5x, bisa salah 10x dan seterusnya, tapi pada akhirnya... "ends up being right". 

Kadang terpikirkan bahwa semua yang aku rasakan saat ini, yang aku rasakan sebelumnya maupun yang aku rasakan setelah sebelumnya, semuanya bakal sia-sia. Useless!

I had this boyfriend before that I thought was perfect and well will spend the rest of our live together, sampai dititik dimana aku sadar bahwa dia gak mau ngabisin sisa hidupnya sama aku. Terlihat dari cara dia treated me the last time.

Aku sudah menghabiskan banyak waktu, frustasi, depresi, marah dan berpikir bahwa apa yang aku lakukan selama ini salah atau sebenarnya apa yang bisa aku lakukan agar semua kembali normal? Mungkin semua ini gak bakal terjadi di titik krisis sekarang, keduanya gak bakal able to fix everythin'

Another point is "But he didnt wanna be with me". So screw him, lupakan dia, move on.

Yes, aku masih punya begitu banyak hal dalam kehidupan yang mesti aku jalani dan inti dari semuanya adalah "Jika dia tidak ingin bersamaku, dia gak pantas buatku". Mungkin secara sadar, this break up terjadi karena sesuatu yang pernah aku lakukan, mungkin sesuatu yang salah, tapi ini bukanlah akhir dari semuanya, bukan akhir dunia.  

Seseorang yang sebenarnya ditakdirkan untuk bersama kita, pasti akan memaafkan kita atas kesalahan kita, terlebih kita membuat kesalahan dan kita mengakuinya. Jika dia tidak memaafkan, dia gak pantas untuk kita, karena dalam hidup, berapa kali kita jatuh, sometimes we got no choice, we got stuck.

Terus bangkit kembali, terus bergerak dan akan semakin jauh kita menjauh dari tempat kita jatuh. Semakin sedikit merasakan terluka/sakit karena keyakinan itu, ketika jatuh kemudian berusaha bangkit kembali. 

"You get to used to doing the same damn thing, that eventually you'll stop falling down"

Aku merasakan sakit yang sama seperti yang kamu rasakan saat ini, yang kalian rasakan saat ini. Much more! I wish I had somebody to tell me like this, to tell me to work on myself. 

I remind myself many times 'bout; Jangan terlalu khawatir tentang mengejar cinta, karena aku tahu bagaimana aku adalah wujud orang yang aku inginkan jika aku bisa bahagia dengan diriku sendiri. Aku mungkin suatu saat akan terkejut betapa cepatnya cinta datang dan menyelinap lagi in their unique ways dalam kehidupanku. We never know 'till we try, I already tried my best in my relationship. Failed doesnt mean Im totally done. New chapter just begin. 

Leavin', pay it back, you got loss much dude.

Cimahi, 17/4/21 at 4.11pm

-End

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "RELATABLE"

  1. Bagus banget,saya jdi suka membacanya

    BalasHapus
  2. Relate bangettt,kereenn!! Ditunggu new chapter nya😍

    BalasHapus
  3. complicated.. terkadang disaat mengejar cinta, kita tidak sadar bahwa ada seseorang yang diam" memperhatikan. semangat kak

    BalasHapus